Sabtu 23 Mei 2015, tepat hari ini Young On Top National
Conference diselenggarakan. Event yang berlangsung setiap tahun ini selalu
menjadi ajang yang ditunggu-tunggu bagi para YOTers. Bagi saya YOT merupakan
sebuah komunitas yang memiliki nilai-nilai positif yang dijunjung tinggi.Saya
merasa terlambat karena mengetahui komunitas ini pada saat saya duduk di
tingkat empat. Setelah berkutat dan ingin terjun didalamnya (Young On Top
Campus Ambasador) , ternyata komunitas ini tidak menerima mahasiswa tingkat
akhir. So buat kalian yang baca tulisan ini dan masih mahasiswa (bukan
mahasiswa tingkat akhir lebih baik kepoin deh tuh apa yang namanya Young On
Top.
Well
Tulisan ini saya buat untuk mereka yang belum sempat hadir dalam acara yang
sangat berkualitas ini. Dari beberapa pembicara saya sedikit rangkumkan. Semoga
menjadi sebuah cambukan atau malah inspirasi bagi kalian yang membaca.
Pembicara
pertama diisi oleh Budi Sadikin beliau merupakan CEO Bank Mandiri. Karena
terlambat datang maka saya melewatkan satu sesi dengan pembicara pertama.
Pembicara ke-dua Calvin Kizana, beliau merupakan CEO PicMix salah satu applikasi yang
biasa digunakan untuk menedit foto dan berbagi foto bersama acara pengguna
aplikasi ini. Calvin membagikan ceritanya dengan singkat padat dan jelas. Ia
menyatakan bahwa bertemanlah dengan kegagalan karena kegagalan hanya
menghampiri mereka yang ingin sukses. Jadikan kegagalan adalah teman terbaik
yang mampu membuat kita beajar untuk lebih baik lagi. Setelah kegagalan datang
jangan hanya berdiam tapi berusahalah untuk mencari intisari dari sebuah
kegagalan dan kembali berusaha untuk menghindari kegagalan. Calvin juga
berpendapat bahwa kegagalan merupakan sebuah proses dan persiapan, menurutnya
kegagalan itu hanya sebuah peristiwa yang ga akan berlanjut biarkan kegagalan
itu membuat kita melakukan hal baru yang lebih baik. Kamu anak muda yang pernah
merasa gagal ? Ga usah takut dan terus mencoba ya!
Pembicara ke-tiga William Tanuwijaya, beliau adalah CEO Tokopedia sebelum saya menuliskan
apa yang ia bagiakan dalam sesi nya. Pertam yang akan saya beritahu adalah
bahwa dia menakjubkan!. Saat ia berbicara semua mata memandangnya dan ia sangat
memanfaatkan waktu presentasi dengan sangat baik. Slide yang sedikit dengan isi
slide tidak lebih dari enam kata membuat saya betul-betul memeperhatikannya.
Well berikut beberapa hal yang beliau sampaikan ia mengatakan bahwa generasi
yang hidup di zaman internet adalah generasi yang beruntung, karena dengan
hidup di zaman ini kita mamou melawan status quo. Tokopedia ia luncurkan dengan
harapan bahwa Indonesia bisa menjadi lebih baik lewat internet ia juga berbagi
kisahnya saat belajar untuk meyakinkan investor agar percaya dengan apa yang ia
yakini akan sukses. Ka William percaya bahwa Percaya diri adalah kunci dimana
ia mampu menaklukan para investor. Jangan pernah meminta orang lain untuk
percaya pada kita, tetapi percaya dirilah dan lakukan sesuatu agar orang
percaya pada kita. Nilai – nilai yang dijunjung di Tokopedia juga sangat unik,
Tokopedia selalu belajar untuk lebih baik, kiat Tokopedia masih bertahan hingga
saat ini adalah memiliki ketulusan seorang guru dan memiliki semangat seperti
murid. Ia juga mengibaratkan bahwa Tokopedia adalah sebuah kota dimana para
penjual dalah mereka yang membuka toko, setiap toko bersaing untuk mencuri
perhatian para pembeli. Bersaing secara sehat sehingga para penjual belajar
untuk semakin kreatif tanpa menjatuhkan penjual yang lain. Ia menutup sesinya
kali ini dengan tips mencari partner dalam menjalakan usaha. Mendapatkan
partner dalam usaha seperti mencari sistri bagi mereka yang ingin berumah
tangga. Ia tak mampu banyak memberikan kiat-kiat khusus yang pasti ia selalu
menanamkan nilai ketulusan dalam menjalankan sesuatu hal.
Pembicara
ke-empat Frederica Widyasari, beliau merupakan salah satu Direktur Bursa Efek
Indonesia. Siapa sangka, perempuan cantik ini merupakan artis dizamannya. Ia
membagikan kisah hidupnya yang sangat unik. Selalu menjadi juara kelas saat
Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama, melanjutkan Sekolah menengah
Atas di kota lain membuat dirinya mengenal dunia entertain dan menjadi seorang
entertainer sampai pada masa puncaknya, ia merasa bahwa apa yang ia rasakan
saat itu bukan sebuah pasiion yang ia inginkan. Tanpa pikir panjang ia segera
menghentikan segala aktivitasnya sebagai entertainer dan melanjutkan sekolah
hingga jenjang master di luar negeri. Demi mencapai passion yang ia inginkan,
ia juga menolak posisi puncak yang ditawarkan sebuah perusahaan dan lebih
memilih untuk bekerja sebagai staff di Bursa Efek Indonesia. Pada usia 33 Tahun
ia mampu menjadi salah satu Direktur Bursa Efek Indonesia. Salah satu
pencapaian yang sangat baik di umur yang tergolong sangat muda. Hingga sekarang
ia selalu meyakinkan para pemuda bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar
pasiion yang anda inginkan, kisah hidupnya mampu menjadi sebuah pelajaran yang
sangat berharga bagi kita bukan?
Pembicara
ke-lima adalah Steve Kosasih beliau merupakan CEO Trans Jakarta. Angkutan Umum
yang sekarang banyak digandrungi penduduk Jakarta ini memang sedang menjadi
buah bibir. Kisah semasa kecilnya mampu menggelitik hati peserta yang hadir
dalam acara ini. Ia menceritakan kisah saat ia masih di bangku Sekolah Dasar.
Seiring berjalannya waktu ia menjadikan setiap pengalaman adalah sebuah
pelajarn yang berharga. Di akhir sesi ia menutup dengan sebuah quote yang
sangat indah “People don’t care how much you know…until they know how much you
care!”.
Lima
pembicara yang sangat menginspirasi bukan? Saya sangat beruntung bisa menjadi salah
satu peserta dalam acara ini, dan saya juga ingin membagiakan apa yang saya
dapatkan bagi kalian yang belum sempat hadir di acara ini. Semoga bermanfaat ! sampai jumpa di YOTNC 2016

Komentar
Posting Komentar